Jakarta

Samsudin (52) kini berfokus sebagai agen BRILink usai kenyang bergelut di usaha bengkel dan rental play station (PS), meski telah menginjak usia setengah abad namun Samsudin dan sang istri Etty Marbun (51) menolak gaptek alias gagap teknologi.

Samsudin pria asal Medan ini mengaku harus siap menyambut 80 hingga 100 transaksi dalam sehari, lokasi agen BRILink yang bersebelahan dengan pasar sementara Citayam ini kerap menjadi andalan para pedagang yang ingin transfer hingga top up e-wallet.

“Dulu taunya (agen BRILink) karena orang sering nanya bisa transfer ga lama-lama kita lihat kalau jadi agen Brilink banyak kali ya transfernya akhirnya daftar dan diterima, dikasih mesin dikasih banner spanduk, alhamdulillah berjalan bagus omsetnya. Transaksi bisa 100 orang perhari kalau lagi sepi ya 80 orang,” Cerita Samsudin di Toko Agen BRILink miliknya di samping Pasar Sementara Citayam, Depok, Jumat (19/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyaknya warga yang bolak-balik ke agen BRILink milik Samsudin ini karena pelanggan tak pernah kecewa, berapapun nominal transfer tetap diupayakan. Bahkan Samsudin pernah menerima pelanggan yang ingin transfer dengan nominal Rp 50 juta rupiah.

“Strateginya ya bersaing dengan harga adminnya, mungkin kita punya saldonya agak banyak lah gitu kan biar orang ga kecewa itu yg bikin orang datang banyak ke sini. Pernah ada sekali transaksi sampai Rp 50 juta seorang,” lanjut Samsudin.

Usaha agen BRILink kini membuat Samsudin nyaman, sebab tak perlu lagi capek dengan urusan bongkar-bongkar mesin kendaraan meski awalnya ia membuka agen BRILink ini dengan modal besar Rp 100 juta.

Memilih usaha agen BRILink juga dinilainya menjadi usaha dengan risiko yang bisa dikendalikan seperti salah ketik sehingga ia hanya perlu teliti dan sabar menunggu pelanggan. Tak seperti rental PS yang menurutnya kini telah ketinggalan zaman dengan game online yang ada di gadget masing-masing anak.

Samsudin juga mengaku tak memerlukan waktu lama untuk adaptasi dengan mesin EDC yang diberikan bank BRI, lokasi bank yang tak terlalu jauh memungkinkan petugas BRI datang jika ada kendala. Namun baik Samsudin maupun Etty tak mengalami kesulitan berarti.

“Ya biasa aja nggak ada kendala karena diajarin orang BRI juga gimana caranya, kita dipandu. Kantor BRI juga nggak jauh jadi kalau nggak tahu selalu tanya dan selalu dibantu kalau kesulitan. Kadang-kadang kalau sudah berat kaya kemarin langsung orang BRInya datang ke sini,” Terang Etty saat mendampingi Samsudin menjaga kios Agen BRILink.

Diketahui saat ini mesin EDC milik Samsudin tengah diperbaiki karena ada kendala, sehingga keduanya kini melayani transaksi menggunakan aplikasi BRIMO. Bagi Etty tak ada kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi BRIMO.

Menurutnya BRIMO juga cukup memudahkan segala transaksi, tampilan aplikasi juga memudahkan Etty dalam melayani pelanggan seperti isi pulsa, transfer, hingga isi e-wallet. Kini baik Samsudin maupun Etty siap menyambut pelanggan untuk melayani transaksi baik menggunakan mesin EDC maupun aplikasi BRIMO.

(hns/hns)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *