Jakarta

Pengusaha meminta pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengantisipasi tingginya nilai dolar Amerika Serikat belakangan ini. Gejolak kurs rupiah atas dolar saat ini dinilai dapat mengganggu dunia usaha dan perekonomian nasional.

Sekertaris Jenderal (Sekjen) BPP HIPMI Anggawira meminta Bank Sentral menegakkan aturan tentang penggunaan mata uang rupiah.

“Sebagaimana itu sendiri sudah tercantum dalam UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Di dalam Pasal 23 ayat (1) diatur bahwa rupiah menjadi alat pembayaran atau penyelesaian kewajiban dalam transaksi keuangan di dalam negeri,” ujar Anggawira, Sabtu (20/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, aturan turunannya diperjelas dalam PBI, Peraturan Bank Indonesia.

“Bank Indonesia mewajibkan masyarakat untuk menggunakan mata uang rupiah dalam setiap transaksi di Indonesia. Sebagaimana dicantumkan dalam konsideran Peraturan BI No. 17/3/PBI/2015,” ujar Anggawira.

Anggawira mengatakan, meskipun berat bagi korporasi dan individu, penggunaan rupiah dalam setiap transaksi bisa menjadi kunci untuk mendukung tercapainya kestabilan nilai tukar rupiah.

Selain itu Anggawira melontarkan ide agar Pemerintah memperpanjang penyimpanan DHE atau Dana Hasil Ekspor dari tiga bulan menjadi 6 bulan di sistem perbankan nasional. Aturan yang terkandung dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 272 Tahun 2023 dinilai efektif untuk meningkatkan cadangan devisa RI.

“Sebagaimana diketahui pemerintah resmi mewajibkan para eksportir menyimpan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) paling sedikit 30% dalam sistem keuangan Indonesia dengan jangka waktu minimal tiga bulan, kita usul diperpanjang menjadi enam bulan. Supaya ngendapnya lebih lama,” ujar Anggawira.

Anggawira juga mengajak para pengusaha untuk menggunakan fasilitas Local Currency Settlement (LCS) yang diluncurkan Bank Indonesia, program ini ia nilai dapat mengurangi ketergantungan dunia usaha pada mata uang dolar Amerika Serikat.

“Untuk transaksi bilateral saya ajak pengusaha-pengusaha lainnya untuk pakai LCS, jadi mengurangi ketergantungan kita terhadap dollar AS, langkah ini akan memperkuat perekonomian kita,” terang Anggawira.

(fdl/fdl)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *