Jakarta

SKK Migas mencatat, produksi minyak Indonesia 576 ribu barel per hari secara yeat to date hingga 15 April 2024. Saat ini proses peningkatan produksi melalui reaktivasi sumur tengah dilakukan.

Reaktivasi sumur dilakukan karena sebelumnya terjadi penghentian fasilitas produksi secara tidak terencana (unplanned shutdown) karena banjir yang melanda sebagian kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di wilayah Sumatera.

“Produksi masih dalam proses ramp up mereaktivasi sumur-sumur kembali setelah beberapa kejadian unplanned shutdown karena kondisi banjir yang melanda sebagian KKKS di wilayah Sumatera (PHR, PHE Kampar, Tiara Bumi, SRMD dll) serta unplanned shutdown yang cukup berdampak seperti di BP Berau, BSP dan PHE OSES dll,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi Suryodipuro kepada detikcom, Kamis (18/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, banjir juga menyebabkan berbagai kegiatan seperti pengeboran tidak dapat dilakukan.

“Kejadian banjir juga menyebabkan sejumlah kegiatan pemboran dan well services tidak dapat dilakukan, sehingga belum ada kontribusi dari kegiatan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, produksi minyak di kisaran 450 ribu hingga 600 ribu barel per hari terjadi pada tahun 1966 sampai 1968. Setelah itu produksi meningkat dan mencapai puncaknya di tahun 1977 dan 1995.

“Khusus untuk peak production tahun 1995, menjadi catatan khusus lantaran merupakan hasil implementasi pengurasan tahap lanjut dengan teknologi Enhanced Oil Recovery di Lapangan Duri,” katanya.

(acd/rrd)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *