Jakarta

Enam orang ditangkap atas pencurian emas bernilai jutaan dolar tahun lalu di Bandara Internasional Pearson Toronto, kata polisi di Kanada dan Amerika Serikat pada Rabu (17/04). Polisi telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap tiga orang lainnya yang diduga sebagai orang dalam.

Mengutip dari 9News, Kamis (18/04/2024), pada 17 April 2023, sebuah kontainer kargo udara yang membawa emas batangan dan mata uang asing lebih dari US$ 25 juta dolar Kanada atau sekitar Rp 294 juta (kurs Rp 11.768) dicuri. Polisi mengatakan para perampok menggunakan dokumen palsu untuk melancarkan aksinya.

Sejumlah emas dan uang tersebut baru saja tiba dalam penerbangan Air Canada dari Zurich, Swiss. Menurut polisi, ada setidaknya dua mantan karyawan Air Canada yang diduga membantu aksi pencurian. Salah satunya kini ditahan dan surat penangkapan telah dikeluarkan untuk yang lainnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Mereka membutuhkan orang-orang di dalam Air Canada untuk memfasilitasi pencurian ini,” kata Sersan Detektif.

Mike Mavity dari Kepolisian Daerah Peel juga menambahkan bahwa menurut pendapatnya, ini adalah “pekerjaan orang dalam”. Investigasi terkait kasus ini dijuluki “Proyek 24 Karat” dan melibatkan divisi biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) AS di Pennsylvania.

Biro ATF mengatakan seorang pria Kanada yang ditangkap di Pennsylvania karena pelanggaran lalu lintas pada September 2023 adalah pengemudi truk yang mencuri kontainer kargo. Pria tersebut berada di AS secara ilegal dan melarikan diri dengan berjalan kaki saat terjadi penghentian lalu lintas setelah seorang polisi negara bagian menemukan senjata api di mobil sewaannya.

“Surat perintah penggeledahan yang disetujui pengadilan atas kendaraan tersebut menghasilkan penemuan senjata api yang diduga dimaksudkan untuk diselundupkan ke Kanada,” kata Eric Degree, agen khusus ATF yang berbicara pada konferensi pers Kepolisian Daerah Peel.

Polisi menganggap bahwa jaringan kejahatan terorganisir ini berencana untuk menggunakan sebagian besar emas dan uang tunai untuk menyelundupkan senjata api ke Kanada.

“Kami percaya bahwa mereka telah melebur emas dan keuntungan yang mereka peroleh dari emas yang mereka gunakan untuk membantu membiayai senjata api, jelas dengan membeli senjata api ilegal,” kata Mavity.

Pejabat Kanada dan AS mengatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan hanya sebagian kecil emas batangan dan uang tunai yang ditemukan. Polisi telah mengeluarkan surat perintah penggeledahan di Ontario dan mereka menemukan lima gelang emas yang dicairkan secara kasar senilai US$ 90.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar (kurs Rp 16.162).

Kasus ini merupakan kasus pencurian emas terbesar dalam sejarah Kanada dan kabarnya merupakan pencurian terbesar keenam dalam sejarah kejahatan dunia dan membuat heboh Kanada.

(fdl/fdl)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *