Jakarta

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah masih bertengger di atas Rp 16.100. Meski turun 32 poin (0,20%) ke level Rp 16.159, mata uang Paman Sam hari ini berada di level Rp 16.159, dengan nilai tertingginya pada Rp 16.215.

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira berpendapat, pelemahan rupiah akan berdampak pada tiga hal. Pertama, naiknya harga pangan yang masih diimpor.

“Dampak langsung pelemahan rupiah ke masyarakat ada tiga. Pertama, naiknya harga kebutuhan pokok terutama bahan pangan yang sebagian diperoleh dari impor. Artinya inflasi makin tinggi tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan,” katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (18/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, naiknya harga komoditas energi berdampak pada naiknya biaya transportasi dan biaya kebutuhan rumah tangga. Ketiga, naiknya tingkat suku bunga. Menurut Bhima, naiknya suku bunga akan membuat cicilan kredit kendaraan bermotor hingga cicilan KPR ikut terkerek.

“Kedua, harga BBM dan LPG, terutama nonsubsidi, berisiko naik sehingga biaya transportasi dan biaya kebutuhan rumah tangga ikut meningkat. Ketiga, pelemahan rupiah biasanya direspons dengan menaikkan suku bunga dan ini berdampak ke cicilan kredit kendaraan bermotor sampai KPR. Yang punya cicilan makin berat bayar bunganya,” jelasnya.

Sementara itu, Peneliti Indef Eisha Maghfiruha Rachbini menyebut pelemahan nilai tukar rupiah akan berdampak pada harga barang-barang yang diimpor. Ia menyebut ketergantungan industri terhadap barang impor masih cukup tinggi.

“Pelemahan rupiah dapat berdampak terhadap harga imported goods, termasuk barang-barang input. Karena dependensi terhadap imported inputs tinggi, terutama untuk industri,” tutur Eisha.

Ia juga menyinggung soal potensi naiknya harga komoditas energi akibat kondisi ini. Imbasnya subsidi BBM akan meningkat.

“Kita sebagai net importir minyak bumi, sehingga dengan depresiasi rupiah, juga dapat meningkatkan biaya subsidi BBM. Juga meningkatkan biaya bunga utang. Pelemahan rupiah bisa berujung juga pada inflasi, terutama imported inflation,” tutupnya.

(ily/ara)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *