Jakarta

Maskapai asal Amerika Serikat (AS), United Airlines rugi imbas dari penangguhan sementara pesawat Boeing. Maskapai tersebut melaporkan kerugian US$ 200 juta atau Rp 3,2 triliun (kurs Rp 16.000).

Melansir dari CNN, Rabu (17/4/2024), manajemen United Airlines mengatakan pihaknya mengalami kerugian yang disesuaikan sebesar US$ 50 juta. Sementara itu, pendapatan naik hampir 10% menjadi US$ 12,5 juta.

Hampir 80% pesawat United Airlines merupakan pabrikan Boeing. Oleh karena itu, maskapai tersebut paling terdampak masalah Boeing daripada maskapai lainnya. Sebelumnya, maskapai ini juga telah meminta pilot untuk cuti secara sukarela dan tidak dibayar imbas dari pengurangan jumlah penerbangan yang dioperasikan karena penangguhan pesawat Boeing.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lepasnya pintu pesawat pada penerbangan Alaska Airlines membuat Federal Aviation Administration (FAA) menangguhkan penerbangan sementara pesawat Boeing jenis 737 Max 9 selama tiga minggu. Penangguhan penerbangan ini tentu menimbulkan tanda tanya mengenai keselamatan dan kualitas pesawat Boeing.

Di sisi lain, United Airlines juga mengalami serangkaian insiden pada pesawatnya, mulai dari mesin pesawat yang terbakar hingga roda pesawat jatuh. Hal inilah yang membuat CEO United Airlines, Scott Kirby buka suara dan meyakinkan pelanggannya bahwa pihaknya mengutamakan keselamatan. Imbasnya, maskapai tersebut masuk dalam pengawasan ketat FAA.

Kini, United Airlines tidak lagi berharap pesawat Boeing 737 Max 10, versi terbaru dan terpanjang dari Boeing 737 yang akan dikirim pada tahun ini. Pasalnya, pesawat tersebut belum lolos sertifikasi dari FAA. Dengan adanya masalah yang menimpa produsen pesawat tersebut, pihaknya memperkirakan sertifikasi tersebut bakalan mundur sampai 2025.

(ara/ara)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *