Jakarta

Israel memiliki sistem pertahanan udara yang bernama Iron Dome. ‘Tameng’ pelindung Israel ini bisa menghalau serang-serang udara musuh, termasuk serang drone milik Iran. Israel telah mengasah pertahanan udaranya sejak diserang oleh rudal Scud Irak pada perang Teluk tahun 1991.

Iron Dome ini jadi sistem pertahanan Israel yang paling terkenal dan telah digunakan negara tersebut sejak lama. Sistem pertahanan rudal ini jadi andalan Israel untuk melindungi warganya.

Lantas apa itu Iron Dome, bagaimana cara kerja dan berapa harganya?


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu Iron Dome?

Mengutip CNN, Selasa (16/4/2024), Iron Dome atau kubah besi dirancang untuk melindungi Israel dari serangan-serangan udara pihak musuh. Iron Dome ini bisa beroperasi dalam kondisi cuaca apapun. Pasukan Pertahanan Israel mengklaim sistem ini memiliki tingkat keberhasilan hingga 90%.

Pengembangan Iron Dome pertama kali dimulai pada tahun 2007. Setelah diuji di 2008 dan 2009, Iron Dome pertama digunakan tahun 2011. Sistem ini telah ditingkatkan beberapa kali sejak saat itu.

Sistem pertahanan udara ini terdiri dari 10 baterai yang masing-masing membawa tiga hingga empat peluncur rudal yang dapat bermanuver. Mereka ditempatkan di tempat yang strategis agar bisa menghalau serangan roket hingga drone musuh.

Iron Dome memiliki jangkauan pertahanan dengan radius 60 mil persegi atau sekitar 100 kilometer persegi. Iron Dome dirancang untuk menembak jatuh proyektil yang masuk. Iron Dome ini dilengkapi radar yang bisa mendeteksi roket, lalu dengan cepat memperkirakan apakah proyektil yang masuk menimbulkan ancaman atau tidak.

Jika roket tersebut benar-benar menimbulkan ancaman, Iron Dome akan menembakkan rudal dari darat untuk menghancurkannya di udara. Bagi mereka yang berada di darat, akan langsung mendengar ledakan keras dan terkadang terasa getaran dari dalam tanah.

Kecanggihan Iron Dome

Terdapat 10 Iron Dome di seluruh Israel, yang masing-masing berisi tiga hingga empat peluncur. Sistem ini sangat mudah dibawa-bawa dan hanya membutuhkan beberapa jam untuk disiapkan, dan pencegat rudalnya sendiri sangat mudah bermanuver.

Iron Dome memiliki panjangnya 3 meter dengan diameter sekitar 6 inci (15 cm), dan berbobot 90 kilogram saat diluncurkan. Hulu ledak tersebut diyakini membawa 11 kilogram bahan peledak berkekuatan tinggi.

Penting untuk dicatat bahwa tidak seperti sistem pertahanan udara yang dirancang untuk menghentikan rudal balistik, Iron Dome menargetkan roket terarah yang berada di ketinggian rendah, jenis yang sering ditembakkan oleh kelompok militan di Gaza.

Berapa harga Iron Dome?

Selama masa perang, biaya pengoperasian Iron Dome dapat meningkat dengan cepat. Setiap rudal berharga sekitar US$ 40.000 hingga US$ 50.000 atau sekitar Rp 800 juta (kurs Rp 16.000), jadi mencegat ribuan roket yang masuk bakal menghabiskan anggaran pertahanan Israel.

Pemerintah AS sudah menghabiskan lebih dari US$ 2,9 miliar untuk program Iron Dome. Sementara itu, sebuah lembaga think tank memperkirakan bahwa sistem lengkap, termasuk radar, komputer, dan tiga hingga empat peluncur membutuhkan biaya produksi sekitar US$ 100 juta.

Dukungan AS Terhadap Iron Dome

Mengutip AFP, Iron Dome adalah salah satu pilar strategis aliansi AS-Israel yang diikuti oleh partai Demokrat dan Republik berturut-turut.

Pada Agustus 2019, Angkatan Darat AS menandatangani kontrak untuk membeli dua Iron Dome guna meningkatkan kemampuan pertahanan rudal jarak pendeknya.

(fdl/fdl)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *