Jakarta

PLN Indonesia Power (PLN IP) memastikan Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Saguling tetap beroperasi maksimal saat moment lebaran 1445 Hijriah. Manajemen mengawal dan pastikan langsung keandalan pembangkit di Central Control Room (CCR) PLTA Saguling yang berkontribusi besar terhadap sistem kelistrikan jawa-bali, yaitu sebesar 2,7% dari total 27.700 MW dan juga sebagai black start sistem jaringan 500kV Jamali saat terjadi kendala kelistrikan.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan UBP Saguling mempunyai peran penting dalam sistem kelistrikan Jawa Bali, listrik yang dihasilkan disalurkan melalui Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) Saguling dan diinterkonesikan ke system jaringan se-Jawa dan Bali melalui Saluran Utama Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV.

“Kami bersama seluruh personil siaga yang ada di UBP Saguling akan selalu memastikan keandalan pembangkit yang ada, baik yang modern hingga heritage dimana banyak dari pembangkit kami di UBP Saguling berdiri sejak zaman kolonial, namun hingga kini masih tetap andal dalam memasok listrik,” kata Edwin dalam keterangannya, Jumat (12/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edwin menambahkan PLN IP UBP Saguling saat ini mempunyai kapasitas terpasang mencapai 844,36 MW dengan ditopang 7 Sub Unit dan 1 unit PLTA dibawah naungan anak perusahaan PLN IP yaitu Rajamandala Electric Power, sedangkan untuk kapasitas Unit PLTA Saguling sendiri berkapasitas 700,72 MW.

Sementara itu Senior Manager PLN IP UBP Saguling Doni Bakar mengatakan selain untuk menyuplai listrik di Jawa Bali, UBP Saguling juga berperan dalam mengamankan sistem Jawa Bali apabila terjadi gangguan listrik.

“Ketika terjadi gangguan, PLTA Saguling masih dapat dioperasikan sebagai black start sekaligus berperan menjadi pengisian tegangan untuk menopang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya yang menjadi backbone kelistrikan Jawa Bali,” ungkap Doni.

Adapun 7 Sub Unit dari UBP Saguling yaitu PLTA Bengkok dan Dago 3,85 MW (Kota Bandung), PLTA Plengan 6,87 MW (Kab. Bandung), PLTA Lamajan 19,56 MW (Kab. Bandung), PLTA Cikalong 19,20 MW (Kab. Bandung), PLTA Ubrug 18,36 MW (Kab. Sukabumi), PLTA Kracak 18,90 MW (Kab. Bogor), PLTA Parakan Kondang 9,90 MW (Kab. Sumedang) dan PLTA Rajamandala dengan kapasitas 47MW.

(fdl/kil)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *