Jakarta

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengatakan banyak pemudik yang nekat datang ke Pelabuhan Merak Banten namun belum memiliki tiket. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menduga banyak pemudik yang hendak membeli tiket secara langsung.

Namun, saat ini tiket penyeberangan hanya dibuka secara online. Lantas bagaimana nasib penumpang yang terlanjur ke pelabuhan?

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengimbau kepada masyarakat yang tidak memiliki tiket diharapkan untuk menunda perjalanan ke Pelabuhan Merak Banten. Ira meminta masyarakat datang ketika waktu penyeberangan saja jika telah mendapatkan tiket.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Karenanya kami mengimbau kalau tidak punya tiket kami mohon untuk menunda perjalanannya, sehingga memang ada saat available tiketnya kembali. Karena kalau dipaksakan, ada kejadian yang di lapangan kurang nyaman, SLA juga menjadi berubah, waktu tunggunya menjadi sangat panjang,” kata Ira dalam rapat koordinasi bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2024).

Ira mengatakan bagi pemudik yang sudah terlanjur sampai di Pelabuhan Merak namun belum waktu keberangkatan pihaknya meminta penumpang menaati Standar Operasional Prosedur (SOP) atau Prosedur Tetap (Protap). Ketetapan itu akan melibatkan Kepolisian dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

“Jika sampai terjadi, kami ada atas pak Menhub dan ada koordinasi stakeholder lain antara lain kepolisan dan BPJT, punya semacam protap di mana kami akan… beberapa treatment terkait orang yang sudah terlanjur sampai,” jelas dia.

Sementara ini tiket penyeberangan sudah habis sampai 9 April 2024. Tiket yang telah dibeli pada 10 April 2024 mencapai 75%.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat jangan ke pelabuhan jika tidak memiliki tiket. “Untuk ketertiban, kenyamanan serta keamanan semuanya, kami mohonkan tidak berangkat, kalau dipaksakan tidak nyaman,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jalan menuju Pelabuhan Merak sempat macet hingga belasan kilometer (km). Salah satu penyebabnya adalah banyak penumpang tidak memiliki tiket tetapi nekat untuk atang langsung.

Ia menyebut, total masyarakat yang tidak memiliki tiket pada 6 sampai 7 April lalu ada sebanyak 19.700 orang atau 32% dari masyarakat yang datang dan bertiket 68% di pelabuhan.

“Terkait banyak penumpang belum bertiket atau berniat go show yaitu kejadinya 32% angkanya kurang lebih 19.700 orang kemarin. Jadi, sangat besar karenanya ada beberapa hal yang kemudian SLA kami menjadi berubah,” pungkasnya.

(ada/ara)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *