Jakarta

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan tujuan dan anggaran perlindungan sosial (Perlinsos) hingga bantuan sosial (bansos) El Nino.

Kedua hal itu juga diterangkan saat keduanya memberikan kesaksian dalam Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam unggahannya di Instagram, Sri Mulyani menjelaskan bahwa program perlinsos telah tertuang dalam Undang-Undang APBN 2024 (UU 19/2023) Penjelasan Pasal 8 Ayat 2 Huruf a Angka 11. Dalam aturan tersebut dijelaskan secara terang definisi dan tujuan adanya anggaran perlinsos.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Perlinsos adalah Belanja Pemerintah Pusat yang berdaya guna dalam memberikan pelayanan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, penyuluhan sosial, bantuan sosial, perlindungan sosial, serta melindungi masyarakat dari kemungkinan risiko sosial,” kata Sri Mulyani dalam unggahannya di Instagram pribadinya @smindrawati, Sabtu (6/4/2024).

Sri Mulyani menegaskan dalam pelaksanaan perlinsos sejak 2019 hingga 2024 memiliki pola yang sama. Bahkan tidak berubah sekalipun saat menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024.

Ia juga mengungkapkan bahwa anggaran perlinsos telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), bahkan sebelum masuknya kontestasi pemilihan presiden (pilpres). Sri Mulyani meyakini tidak ada pengaruh oleh siapa yang akan maju dalam pilpres.

“Anggaran Perlinsos dalam UU APBN 2024 dibahas dan disetujui DPR (seluruh fraksi Partai Politik) sebelum kontestasi Pilpres dan Pemilu Legislatif dimulai sehingga APBN dan anggaran Perlinsos tidak dipengaruhi oleh siapa yang maju dalam Pilpres,” terangnya.

Untuk anggaran Perlinsos tahun ini Rp 496,8 triliun. Dalam unggahannya tercatat angka ini naik dari tahun lalu Rp 476 triliun. Naik juga selama tiga tahun terakhir dari 2021 Rp 368 triliun. Kemudian anggaran perlinsos 2020 sebesar Rp 455,6 triliun dan 2019 sebesar Rp 317,4 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan anggaran perlinsos bukan hanya untuk bantuan sosial (bansos) tetapi Program bantuan pendidikan (PIP, KIP), Jaminan Kesehatan (PBI JKN), Subsidi pupuk, listrik, LPG dan BBM, Subsidi bunga KUR UMKM serta dalam berbagai program di berbagai Kementerian/Lembaga.

Alasan Ada Bansos El Nino

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap alasan pemerintah memberikan bantuan sosial (bansos) El Nino. Program itu ada pada 2023-2024 karena masyarakat Indonesia dilanda permasalahan pangan akibat El Nino.

“Di depan Yang Mulia Hakim Konstitusi saya jelaskan bahwa pemberian Bansos ini bukan tanpa alasan, melainkan pemberian tersebut dipicu permasalahan pangan akibat dampak fenomena El Nino yang melanda Indonesia sejak akhir tahun lalu,” kata Airlangga dalam unggahannya di Instagram pribadi @airlanggahartarto_official, dikutip Sabtu (6/4/2024).

Airlangga menerangkan akibat fenomena El Nino tersebut, beberapa sentra produksi pangan, terutama beras, mengalami gangguan, baik yang tidak bisa melakukan penanaman maupun yang mengundurkan jadwal tanamnya. Karena itulah jumlah produksi setiap bulan mengalami penurunan.

Dalam paparannya, sejak Juli 2023 sampai Februari 2024 terjadi penurunan produksi beras cukup besar yakni sampai 5,88 juta ton. Penurunan produksi juga telah mengerek harga beras.

“Sehingga masyarakat utamanya kelompok rentan dan miskin memerlukan bantuan untuk menghadapi permasalahan tersebut,” terang dia.

(ada/das)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *