Jakarta

Anak usaha Pertamina yakni PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memastikan kilang tetap beroperasi di masa Ramadan dan Idul Fitri 2024 untuk mencapai target produksi sesuai dengan angka yang sudah ditetapkan. Kepastian juga diperoleh dari kunjungan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, yang bertandang ke Kilang Balikpapan.

“Seluruh direksi KPI berbagi untuk mengunjungi semua Kilang yang dikelola KPI mulai dari Kilang unit Dumai di bagian paling barat hingga Kilang Unit Kasim yang berada di bagian paling timur Indonesia,” kata Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen dalam keterangan resmi, Sabtu (8/4/2024).

Selain mengecek kondisi unit operasi di lapangan, Hermansyah menjelaskan kunjungan juga berguna untuk memberikan dukungan moral kepada seluruh pekerja di garda terdepan yang tetap harus bekerja di masa Ramadan dan Idul Fitri 2024.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Di setiap unit operasi, Direksi KPI tidak hanya berdiskusi dengan tim manajemen unit, Direksi juga menyapa langsung pada pekerja yang berada di garda depan. Dengan berdiskusi, Direksi mendapatkan masukan terkait hal-hal yang perlu mendapatkan dukungan langsung dari Direksi,” jelas Hermansyah.

Di sisi lain, KPI telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri 2024, mulai dari kantor pusat hingga unit operasi kilang yang bertugas mulai 25 Maret hingga 21 April 2024. Kapasitas optimal terkini sesuai target produksi kilang di masa Ramadan dan Idul Fitri 2024 adalah 850 ribu barel per hari dari kapasitas terpasang 920 ribu barel per hari.

Hermansyah memastikan semua kilang saat ini dalam kondisi beroperasi sesuai kapasitas produksi. Hanya Kilang Balikpapan yang sedang tidak beroperasi karena sedang dilakukan proses integrasi dengan unit baru RDMP (Refinery Development Master Plan) Balikpapan.

“Salah satu unit Crude Distilition Unit-nya yaitu CDU IV berkapasitas 200 ribu barel per hari sedang tidak beroperasi karena sedang dilakukan proses integrasi dengan unit baru RDMP Balikpapan dan akan meningkat kapasitasnya menjadi 300 ribu barel per hari. Sementara unit CDU V berkapasitas 60 ribu barel per hari tetap beroperasi. Kilang Balikpapan akan menjadi kilang terbesar di Indonesia dengan kapasitas 360 ribu barel per hari pada pertengahan tahun ini,” ungkap Hermansyah.

Selain itu, KPI juga melakukan pengaturan pekerja Ramadan dan Idul Fitri. KPI melakukan persiapan material fast moving diantaranya bahan-bahan kimia dengan ketahanan di atas 2 bulan dan katalis dengan ketahanan di atas 6 bulan. Sementara itu, KPI juga menjaga ketahanan stok bahan baku minyak mentah mencapai 25 hari.

“Dari catatan kami, pada kumulatif sampai Maret produksi gasoil tercapai sesuai rencana, sementara produksi avtur tercapai 7% di atas target, bahkan produksi gasoline bisa tercapai 8% di atas target,” tambah Hermansyah.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, pun menegaskan komitmen Pertamina untuk menyelesaikan proyek RDMP di Balikpapan sesuai target.

“Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini karena sudah ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia. Proyek ini akan memberikan nilai tambah yang besar untuk perekonomian dan memperkuat ketahanan energi di Indonesia” ucap Nicke.

Nicke kemudian menyampaikan bahwa tidak mudah membangun proyek sebesar dan sekompleks Kilang Minyak Balikpapan. Namun Pertamina melalui KPI serta seluruh tim yang terlibat, disebutnya bisa menjawab tantangan yang ada. Selama masa RAFI, pengerjaan proyek RDMP dipastikan tetap berlangsung.

Sebagai informasi, Nicke tak datang sendirian, ia juga didampingi oleh Direktur Manajemen Risiko Pertamina Ahmad Siddik Badruddin. Sementara Direktur Keuangan Emma Sri Martini dan Direktur Penunjang Bisnis Erry Widiastono melakukan kunjungan ke Kilang Balongan.

(das/das)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *