Jakarta

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memanggil perwakilan maskapai penerbangan terkait persoalan kartel harga tiket. Pemanggilan ini untuk menggali penyebab kenaikan harga tiket yang terjadi saat ini, apakah karena pengaruh harga bahan bakar, tingginya demand, perubahan nilai tukar rupiah atau komponen biaya lainnya yang berkaitan dengan total biaya operasi maskapai.

Langkah ini sekaligus untuk mengetahui kepatuhan maskapai terhadap Putusan KPPU yang mewajibkan untuk memberitahukan secara tertulis setiap kebijakan yang akan berpengaruh terhadap peta persaingan usaha, harga tiket yang dibayar oleh konsumen dan masyarakat, sebelum kebijakan tersebut diambil. Kewajiban tersebut berlaku selama 2 tahun sejak tanggal 18 September 2023.

Terkait hal ini, anggota KPPU Gopprera Panggabean meminta maskapai kooperatif dalam melaksanakan putusan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Para maskapai harus mematuhi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut. Mereka harus menunjukkan sikap kooperatif untuk memberitahukan secara tertulis setiap kebijakan yang akan berpengaruh terhadap peta persaingan usaha, serta informasi dan dokumen yang diminta agar dapat dinilai apakah mereka menjalankan putusan,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/4/2024).

Diketahui sebelumnya KPPU akan memanggil 7 maskapai yang menjadi terlapor dan terbukti bersalah dalam melakukan kartel harga tiket. Proses pemanggilan dilaksanakan mulai tanggal 26 Maret hingga 2 April 2024.

Hingga rilis ini dikeluarkan hanya 6 maskapai yang sudah memenuhi panggilan KPPU, dan 3 maskapai yang sudah menyampaikan dokumen yang dimintakan, yaitu PT Garuda Indonesia, Tbk, PT Citilink Indonesia, PT Sriwijaya Air, serta PT NAM Air. Sedangkan satu maskapai yaitu PT Batik Air Indonesia absen dan belum menyerahkan syarat dokumen yang dimintakan.

KPPU juga mengundang Kementerian Perhubungan c.q Ditjen. Perhubungan Udara untuk melengkapi informasi yang diperlukan. Dalam pertemuan, KPPU melakukan klarifikasi atas implementasi pelaksanaan putusan, tren kenaikan harga tiket, serta penjualan tiket sub-class dengan harga paling tinggi tujuh hari sebelum dan setelah lebaran.

Pasca pemanggilan maskapai ini, KPPU juga akan memanggil travel agent untuk mendapatkan informasi terkait kebijakan-kebijakan yang dibuat ketujuh maskapai tersebut. Khususnya yang berpengaruh terhadap peta persaingan usaha, seperti harga tiket yang dibayar oleh konsumen dan masyarakat, dan yang tidak diberitahukan secara tertulis kepada KPPU seperti subclass harga tiket yang dijual, frekuensi penerbangan dan sebagainya.

“Setelah menerima seluruh dokumen dari maskapai dan pihak terkait lainnya, KPPU akan melakukan analisis untuk melihat perilaku para maskapai dalam mematuhi Putusan KPPU a quo, sekaligus menentukan ada tidaknya indikasi yang mengarah pada dugaan persaingan usaha tidak sehat antar maskapai. Jika terdapat indikasi, KPPU dapat menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan awal perkara inisiatif atas dugaan pelanggaran yang ada,” terangnya.

Simak Video “Jokowi Lantik 9 Anggota KPPU, Ini Nama-namanya
[Gambas:Video 20detik]

(ncm/ega)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *