Jakarta

Gempa bumi dahsyat berkekuatan M7,5 telah mengguncang Taiwan pada Rabu (3/4/2024) kemarin. Gempa tersebut juga berdampak kepada sejumlah perusahaan teknologi di sana, termasuk Taiwan Semiconductor Manufacturing Co.(TSMC).

TSMC merupakan salah satu produsen chip terbesar dunia. TSMC segera melakukan evakuasi di beberapa pabriknya sebagai tindakan pencegahan. Perusahaan itu juga memutuskan untuk menunda pekerjaannya sembari menunggu pemeriksaan lebih lanjut terkait dampak gempa.

“Langkah-langkah pencegahan dimulai sesuai prosedur dan beberapa pabrik dievakuasi. Semua personel selamat dan mereka yang dievakuasi mulai kembali ke tempat kerja masing-masing. Perusahaan saat ini mengkonfirmasi rincian dampaknya,” kata manajemen perusahaan, dikutip dari dari Nikkei Asia, Rabu (3/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

TSMC juga masih mempertimbangkan untuk menambah karyawan untuk bekerja lembur pada akhir pekan demi membantu para pembuat chip mengatasi gangguan tersebut. Beberapa wafer (bahan dasar dari komponen sistem mikro) retak di pabrik Hsinchu dan beberapa mesin dihentikan. Akibatnya, banyak karyawan yang diperkirakan harus bekerja selama liburan.

Lalu, siapakah sosok di balik perusahaan raksasa chip ini?

Melansir Forbes, Kamis (4/4/2024), TSMC dibangun oleh Morris Chang pada 1987. Chang berhasil membuat TSMC menjadi perusahaan manufaktur semikonduktor terbesar di Taiwan. Ia pensiun dari jabatan ketua pada 2018 silam.

Lahir di China pada 1931, Chang pindah ke Hong Kong selama Perang Saudara Tiongkok dan kemudian pergi ke AS pada tahun 1949. Di sana, ia mengemban pendidikan di Harvard dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Dilansir dari Britannica, Chang mendapatkan pekerjaan di Texas Instruments sebagai manajer teknik pada tahun 1958. Lalu ia menerima gelar Ph.D. di bidang teknik elektro dari Universitas Stanford pada tahun 1964.

Selama 25 tahun di Texas Instruments, Chang terus naik jabatan di jajaran manajemen, dan akhirnya menjadi wakil presiden senior yang bertanggung jawab atas bisnis semikonduktor global perusahaan.

Akhirnya pada 1984, ia meninggalkan Texas Instruments untuk menjadi Presiden General Instrument Corporation. Akan tetapi, setahun kemudian pemerintah Taiwan merekrutnya untuk mengambil alih jabatan Presiden Industrial Technology Research Institute.

Chang mendapat tugas untuk mengembangkan industri semikonduktor Taiwan yang masih baru. Dari sana, ia menyadari perusahaan elektronik membutuhkan outsourcing untuk memangkas biaya. Karena itu, ia memutuskan untuk mendirikan perusahaan yang akan bekerja secara kontrak untuk memenuhi kebutuhan desain perusahaan melalui pembuatan chip dan perangkat elektronik lainnya.

Dengan bantuan dari Pemerintah Taiwan, ia mendirikan dan menjadi CEO pertama TSMC. Perusahaan yang ia bangun ini pun menjadi salah satu pembuat chip paling menguntungkan di dunia.

Pada tahun 1999, TSMC memiliki klien yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Motorola, Siemens AG, dan Texas Instruments. Perusahaan ini pun mampu menikmati penjualan bersih lebih dari US$ 1,5 miliar per tahun.

Pada tahun 2005 Chang mengundurkan diri sebagai CEO, namun ia terpilih kembali untuk jabatan tersebut empat tahun kemudian. Masa kembalinya Chang terjadi ketika TSMC mulai berekspansi ke produk sel surya dan dioda pemancar cahaya (LED). Chang pun pensiun sebagai CEO pada tahun 2018.

(shc/hns)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *