Jakarta

Sebanyak 4.000 mobil listrik diperkirakan akan dipakai untuk perjalanan mudik Lebaran 2024/1445 H. Perjalanan mudik ini diperkirakan bukan hanya untuk luar kota jarak jauh, namun untuk perjalanan lokal.

Meski demikian, hingga saat ini masih banyak pengguna jalan yang khawatir saat membawa kendaraan listrik untuk mudik lantaran karena sulit untuk mengisi daya. Khususnya saat berada atau terjebak di jalan tol.

Menjawab hal itu, Direktur Operasi PT Jasamarga Related Business (JMRB) Bimo Esmunantyo mengatakan saat ini hampir semua rest area di jalan tol yang mereka kelola sudah menyiapkan layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan begitu masyarakat yang berada di jalan tol tak perlu merasa khawatir kehabisan daya kendaraan karena bisa langsung melakukan pengisian di rest area terdekat. Ia menyebut jarak antara satu rest area dengan yang lainnya sendiri hanya sekitar 25 km, artinya terdapat banyak SPKLU di sepanjang ruas jalan tol yang dilintasi.

“Jadi beberapa rest area kami, hampir seluruhnya itu sudah tersedia (SPKLU) fast charging dan ultrafast,” kata Bimo usai Konferensi Pers Persiapan SPKLU Menjelang Mudik Lebaran di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Kamis (4/4/2024).

“Jadi jarak antara rest area itu 25 km, nah itu tentunya sudah sangat rapat apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya ya. Ini sudah hampir di semua titik rest area itu sudah tersedia (SPKLU),” terangnya.

Karenanya, Bimo sendiri menyarankan penggunaan kendaraan listrik yang melintas di jalan tol untuk segera mengisi kendaraan listriknya sebelum kehabisan daya. Dengan begitu yang bersangkutan dapat mengurangi resiko mogok akibat kehabisan baterai saat di dalam tol.

“Jadi kami mengimbau juga ke pengguna jalan itu untuk dapat mengoptimalkan kembali waktu perjalanannya. Jadi jangan sampai nanti misalnya sudah mau habis banget itu baru mengisi,” ujarnya.

Ia sendiri menyarankan sebaiknya para pengguna mobil listrik ini untuk berhenti dan mengisi baterai saat daya kendaraan sudah tersisa setengah. “Misalnya (sisa daya kendaraan) sudah setengah itu bisa berhenti dulu di rest area terdekat untuk melakukan pengisian,” imbaunya.

Selain itu Bimo juga mengatakan selama periode mudik dan balik Lebaran tahun ini, Jasa Marga meniadakan pengaturan masa kedaluwarsa e-Toll. Artinya pengguna mobil listrik bisa berada lebih lama di rest area untuk menunggu antrean dan mengisi daya kendaraan bila memang diperlukan.

Namun pihaknya tetap mengingatkan kepada pengguna jalan, termasuk pemilik kendaraan listrik, untuk beristirahat hanya 30 menit di rest area. Sehingga pengguna jalan tol tidak menumpuk di rest area tol.

“Jadi 30 menit itu kan waktu optimal untuk beristirahat ya. Jadi kalau mengisi SPKLU itu kan mungkin sudah lihat juga, mobilnya biasa ditinggal itu dia memanfaatkan fasilitas lain. Jadi 30 menit itu waktu yang kami lihat optimal,” tambahnya lagi.

(fdl/fdl)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *