Jakarta

PT Jasa Marga mengimbau para pemudik yang akan melintasi jalan tol untuk istirahat di rest area paling lama 30 menit selama periode mudik Lebaran 2024/1445 H. Imbauan ini disampaikan agar tidak terjadi kepadatan di sekitar rest area ataupun jalan tol.

Meski begitu, kondisi ini bisa jadi tantangan tersendiri bagi mereka yang menggunakan mobil listrik saat mudik. Sebab, kendaraan ini bisanya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan pengisian daya baterai alias ngecas jika habis di jalan.

Lantas bagaimana nasib para pengguna kendaraan listrik yang perlu ngecas di rest area saat mudik Lebaran?


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Operasi PT Jasamarga Related Bussines (JMRB) Bimo Esmunantyo memastikan imbauan untuk beristirahat di rest area maksimal 30 menit tersebut juga berlaku untuk para pengguna kendaraan listrik melintasi di jalan tol.

Menurutnya, waktu istirahat yang diberikan merupakan durasi optimal bagi pengguna jalan termasuk mereka pemilik kendaraan listrik. Sebab selama mengisi daya mobil, biasanya para pemudik akan meninggalkan kendaraan mereka dan bisa menggunakan fasilitas rest area lainnya.

“Jadi 30 menit itu kan waktu optimal untuk beristirahat ya. Jadi kalau mengisi SPKLU itu kan mungkin sudah lihat juga, mobilnya biasa ditinggal itu dia memanfaatkan fasilitas lain,” kata Bimo di Kantor Kemenko Marves, Kamis (4/4/2024).

“Jadi 30 menit itu waktu yang kami lihat optimal memanfaatkan fasilitas rest area. Jadi misal ke toilet, lalu juga beli makanan, minuman,” terangnya lagi.

Selain itu, ia juga menyebut hampir semua SPKLU yang berada di setiap rest area jalan tol milik Jasa Marga sudah sudah bertipe fast charging dan ultrafast. Dengan begitu durasi pengisian daya bisa dipersingkat.

Kalaupun SPKLU di salah satu rest area sedang digunakan semua, ia menyebut pemilik kendaraan bisa berpindah ke rest area lain. Adapun jarak antara satu rest area dengan yang lainnya sendiri hanya sekitar 25 km, sehingga lokasi SPKLU berikutnya cukup dekat.

“Jadi jarak antara rest area itu 25 km, nah itu tentunya sudah sangat rapat apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya ya. Ini sudah hampir di semua titik rest area itu sudah tersedia (SPKLU),” ujar dia.

Karena itu, Bimo sendiri menyarankan kepada para pengguna mobil listrik ini untuk mengisi baterai saat daya kendaraan jika sudah tersisa setengah. Sehingga yang bersangkutan bisa langsung menuju rest area berikutnya tanpa harus menunggu SPKLU yang sedang digunakan.

“Misalnya (sisa daya kendaraan) sudah setengah itu bisa berhenti dulu di rest area terdekat untuk melakukan pengisian,” imbaunya.

Kalaupun memang pemudik tidak bisa berpindah rest area karena sudah benar-benar kehabisan daya, Bimo mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dan dimaklumi untuk menetap di kawasan itu selama lebih dari 30 menit.

Apalagi selama periode mudik dan balik Lebaran tahun ini, Jasa Marga meniadakan pengaturan masa kedaluwarsa e-Toll. Artinya pengguna mobil listrik bisa berada lebih lama di rest area untuk menunggu antrean dan mengisi daya kendaraan bila memang diperlukan.

(kil/kil)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *