Jakarta

Dunia kerja di Amerika Serikat (AS) masih mengalami fluktuasi. Permintaan pekerja mengalami kenaikan pada bulan Februari. Hal ini mencerminkan bahwa pasar kerja masih kuat. Namun di saat bersamaan, PHK juga mengalami lonjakan.

Melansir CNN Business, Rabu (3/4/2024), Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, ada 8,8 juta lowongan pekerjaan yang disesuaikan secara musiman pada bulan Februari, satu tingkat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang menurun sebesar 8,74 juta.

Angka tersebut sejalan dengan ekspektasi para ekonom. Jumlah pekerjaan yang tersedia masih jauh di atas tingkat sebelum pandemi, namun lebih rendah dari rekor tertinggi sebesar 12,2 juta pada bulan Maret 2022.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah lowongan kerja yang melonjak paling tinggi adalah di bidang keuangan dan asuransi; pemerintah negara bagian dan lokal tidak termasuk pendidikan; dan seni, hiburan dan rekreasi. Sementara itu, lowongan pekerjaan menurun tajam di bidang informasi dan pemerintahan federal.

Namun demikian, meski permintaan tenaga kerja tetap kuat, laporan tersebut juga menunjukkan beberapa kemungkinan tanda-tanda pasar kerja yang melemah. Langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat menjadi 1,72 juta dari 1,6 juta. Selama tiga tahun terakhir, PHK berada di bawah tingkat sebelum pandemi, namun pada bulan Februari, angka tersebut berada di atas titik terendah pada tahun 2019.

Sementara dari sisi pekerja, jumlah karyawan yang dipekerjakan sedikit meningkat di bulan Februari menjadi 5,8 juta dari 5,7 juta.

Rasio lowongan pekerjaan terhadap jumlah pengangguran yang mencari pekerjaan, ukuran ketatnya pasar tenaga kerja yang sering dikutip oleh Chairman Federal Reserve Jerome Powell, turun menjadi 1,36 pada bulan Februari dari 1,43 pada bulan Januari.

Angka tersebut jauh di bawah rasio 2:1 pada bulan Maret 2022, yang merupakan rekor tertinggi, dan menunjukkan bahwa permintaan dan penawaran di pasar kerja menjadi jauh lebih seimbang selama dua tahun terakhir.

“Meskipun ada banyak spekulasi bahwa lapangan kerja telah melambat, angka-angka terbaru, termasuk lowongan pekerjaan serta klaim pengangguran awal, terus menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap stabil,” kata Kepala Ekonom di Raymond James, Eugenio Aleman, dalam sebuah pernyataan.

Di sisi lain, pengusaha terus menambah lapangan pekerjaan dalam jumlah besar beberapa bulan terakhir karena angka pengangguran tetap rendah. Pada bulan Februari, pembayaran gaji meningkat sebesar 275.000 pekerjaan karena tingkat pengangguran naik tipis menjadi 3,9% dari 3,7%.

Para ekonom memperkirakan akan ada penambahan 202.500 lapangan kerja pada bulan Maret, dan tingkat pengangguran tetap stabil di 3,9% bulan lalu. Menurut perkiraan FactSet, kondisi ini akan menandai 26 bulan berturut-turut pengangguran berada di bawah 4%.

The Fed masih dalam perjuangan melawan inflasi dan para pejabat dengan hati-hati menentukan waktu yang tepat untuk menurunkan suku bunga, yang telah mencapai level tertinggi dalam 23 tahun sejak bulan Juli.

Kesehatan pasar kerja merupakan faktor utama yang dipertimbangkan oleh para pejabat. The Fed kemungkinan akan terus mempertahankan suku bunga stabil jika lapangan kerja dan inflasi tetap stabil. Namun jika pasar kerja mulai melemah tajam, hal ini akan mempercepat penurunan suku bunga pertama.

(shc/kil)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *