Tangerang

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi buka suara soal kabar harga tiket pesawat yang akhir-akhir ini semakin mahal, khususnya jelang Lebaran 2024.

Menurutnya, mayoritas yang mengeluhkan hal tersebut adalah penumpang pesawat kelas bisnis, bukan kelas ekonomi. Kesimpulan ini diungkapnya berdasarkan informasi yang diperolehnya dari sejumlah pihak.

“Jadi yang banyak komplain itu yang naik bisnis, kok mahal gitu, karena mereka itu yang vokal di bisnis itu ya,” ucap Budi di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (29/3/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi kemudian menjelaskan bahwa jika harga tiket pesawat yang mahal adalah kelas bisnis, maka hal itu bukan kewenangan Kemenhub. Sebab, kebijakan Tarif Batas Atas (TBA) untuk harga tiket pesawat hanya berlaku untuk kelas ekonomi saja.

“Saya seringkali mendapatkan informasi saya cuma membatib saja, bisnis bukan kewenangan Kemenhub, kalau ekonomi kewenangan kami dan kami akan lakukan improvement seusai peraturan,” jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah harga tiket pesawat melambung tinggi menjelang arus mudik Lebaran 2024. Dari pantauan detikTravel dari situs online travel agent (OTA) (27/3), kenaikan harga terpantau adanya jika dibandingkan dengan penerbangan pada hari-hari di luar musim mudik.

Contoh untuk rute Jakarta-Yogyakarta untuk tanggal 28 Maret 2024, yang belum masuk musim atau puncak mudik. Di tanggal tersebut, harga tiket pesawat masih dihargai Rp 867 ribu untuk Batik Air.

Ada juga maskapai Trans Nusa dan Citilink Indonesia dengan harga Rp 700 ribuan. Setelah memasuki puncak musim mudik sekitar tanggal 8 April 2024, harganya kian mahal. Harga tiket paling murah berada di Rp 900 ribu – 1 jutaan. Sebagaimana yang dipatok Trans Nusa dan Batik Air.

Lonjakan harga juga terjadi pada penerbangan Jakarta-Padang. Di 28 Maret 2024, tiket termurah berada di harga Rp 1,4 jutaan. Namun, di tanggal 8 April 2024 malah naik 2 kali lipat lebih menjadi Rp 2-3 jutaan per tiket.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, menyebutkan bahwa dari pengawasan Kemenhub sejauh ini belum ada maskapai yang melanggar harga batas atas tiket pesawat. Walaupun semua maskapai menaikkan harga, harga tiket tersebut masih dalam koridor sesuai aturan.

“Sampai saat ini kami belum menemui pelanggaran tarif batas atas (TBA), karena kami masih pantau harga masih dalam koridor,” katanya kepada detikcom, Kamis (28/3/2024).

(ara/ara)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *