Jakarta

Bunga pinjaman biasanya akan kita dapatkan ketika melakukan transaksi di bank. Bank menetapkan bunga pinjaman kepada peminjam atas pinjaman yang mereka dapatkan.

Dalam hal ini, bunga pinjaman merupakan bentuk balas jasa yang ditetapkan bank kepada peminjam. Simak cara menghitung bunga pinjaman berikut ini.

Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank

Dikutip dari laman Sahabat Pegadaian, berikut adalah cara perhitungan bunga pinjaman lengkap dengan simulasinya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Perhitungan Bunga Flat

Perhitungan bunga flat akan mengacu pada jumlah pokok pinjaman pada awal setiap periode cicilan.

Cara perhitungan ini lebih sederhana, dan cocok untuk digunakan kredit berjangka waktu pendek. Misalnya, kredit kendaraan motor, alat elektronik, ataupun Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Berikut adalah rumus untuk menghitung bunga flat per bulan:

(Pokok pinjaman x suku bunga x total waktu kredit) / Jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

Contoh, untuk pinjaman Rp 40 juta selama 12 bulan. Bunganya sebesar 10% dalam setahun. Maka perhitungannya adalah:

  • Pokok pinjaman per bulan = Rp 40.000.000 / 12 = Rp 3.333.333
  • Bunga per tahun = Rp 40.000.000 x 10% = Rp4.000.000
  • Bunga per bulan = Rp 40.000.000 / 12 = Rp 333.333

Sehingga, cicilan per bulan yang wajib dibayarkan nya yaitu:

Rp 3.333.333 + Rp 333.333 = Rp 3.666.666

2. Perhitungan Bunga Efektif

Umumnya, bunga efektif dipakai untuk kredit berjangka waktu menengah hingga relatif panjang. Contohnya, kredit usaha, KPR, ataupun jenis kredit jangka panjang lainnya.

Banyak yang menganggap perhitungan bunga efektif lebih adil daripada bunga flat. Jika suku bunga flat dihitung hanya dari jumlah awal pokok pinjaman saja, perhitungan suku bunga efektif mengacu pada sisa pinjaman yang belum lunas.

Jadi, besaran bunga yang dibayarkan pun akan semakin kecil. Hal ini seiring dengan pokok pinjaman yang berkurang tiap bulannya.

Gunakan rumus berikut untuk menghitung bunga efektif:
Sisa pokok pinjaman bulan sebelumnya x Suku bunga per tahun x (30 hari / 360 hari)

Contoh, jika kita mengajukan kredit senilai Rp 300 juta yang bunga tahunannya 10% (0.83% per bulan) selama 60 bulan, maka:

Bulan 0

  • Angsuran bunga Rp 0
  • Angsuran pokok Rp 0
  • Total angsuran Rp 0
  • Sisa pinjaman Rp300.000.000

Bulan 1

  • Angsuran bunga Rp 2.500.000
  • Angsuran pokok Rp 5.000.000
  • Total angsuran Rp 7.500.000
  • Sisa pinjaman Rp 295.000.000

Bulan 2

  • Angsuran bunga Rp 2.458.333
  • Angsuran pokok Rp 5.000.000
  • Total angsuran: Rp 7.458.333
  • Sisa pinjaman: Rp Rp 290.000.000

Bulan 3

  • Angsuran bunga: Rp 2.416.666
  • Angsuran pokok: Rp 5.000.000
  • Total angsuran: Rp7.416.666
  • Sisa pinjaman: Rp 285.000.000

Bulan 4

  • Angsuran bunga: Rp 2.375.000
  • Angsuran pokok: Rp 5.000.000
  • Total angsuran: Rp 7.375.000
  • Sisa Pinjaman: Rp 280.000.00

Bulan 5

  • Angsuran bunga: Rp 2.333.333
  • Angsuran pokok: Rp 5.000.000
  • Total angsuran: Rp 7.333.333
  • Sisa Pinjaman: Rp 275.000.000

Dan seterusnya.

Itu tadi simulasi cara menghitung bunga pinjaman bank per bulannya. Semoga membantu.

Simak Video “Beli Sepatu di Transmart, Diskon Sampai 75%
[Gambas:Video 20detik]

(khq/inf)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *