Jakarta

Cara membuat paspor elektronik maupun nonelektronik tidaklah sulit. Kini proses pembuatannya harus menggunakan aplikasi M-Paspor di HP. Sedangkan permohonan walk-in atau datang ke kantor hanya untuk pemohon sakit, disabilitas, lanjut usia, dan balita.

Namun bagi orang yang baru pertama membuat paspor atau baru pertama menggunakan aplikasi M-Paspor, mungkin ada hal-hal yang perlu kalian ketahui agar proses pendaftaran berjalan lancar.

Simak artikel ini untuk mengetahui cara membuat paspor, mulai dari syarat, biaya, prosedur pendaftaran, dan cara menggunakan aplikasi M-Paspor.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syarat Membuat Paspor

Sebelum membuat paspor, Anda harus mengetahui terlebih dahulu syarat pembuatan paspor. Dilansir dari situs indonesia.go.id, berikut ini beberapa syarat yang bisa Anda siapkan:

  • Kartu tanda penduduk (KTP) atau surat keterangan pindah ke luar negeri
  • Kartu keluarga (KK)
  • Akta kelahiran, akta perkawinan, buku nikah, surat baptis, atau ijazah.
  • Orang asing yang sudah berkewarganegaraan Indonesia harus memiliki Surat Pewarganegaraan Indonesia atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
  • Jika pernah mengganti nama, maka diperlukan surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang
  • Jika ingin memperpanjang paspor, maka siapkan paspor lama Anda

Sedikit catatan, nama pemohon, nama orang tua, tempat dan tanggal lahir harus tercantum dalam dokumen. Jika tidak, maka dapat melampirkan surat keterangan dari instansi yang berwenang.

Cara Membuat Paspor

Berikut ini alur atau prosedur pembuatan paspor yang dilansir dari situs Kantor Imigrasi Bengkalis:

  1. Mendaftar dan memilih jadwal melalui aplikasi M-Paspor.
  2. Membayar biaya pembuatan paspor paling lambat 2 jam setelah mendapatkan jadwal.
  3. Datang ke kantor imigrasi sesuai jadwal dengan membawa berkas asli dan fotokopi.
  4. Berkas akan diperiksa oleh petugas loket. Anda akan menerima nomor antrian.
  5. Sesuai nomor antrian, Anda akan diminta merekam data biometrik, cek cekal, BMS, dan wawancara.
  6. Jika semua persyaratan lengkap dan lolos tahap wawancara, paspor dapat diambil dalam 4 hari kerja.

Cara Menggunakan M-Paspor

Pada poin pertama prosedur pembuatan paspor di atas, Anda diminta mendaftar lewat aplikasi M-Paspor. Berikut ini cara menggunakan M-Paspor untuk mendaftar hingga memilih jadwal:

  1. Buka aplikasi M-Paspor, pilih ‘Daftar Akun’.
  2. Isi data diri, lalu klik ‘Daftar’.
  3. Aktivasi akun dengan memasukkan kode OTP yang dikirim di email.
  4. Login dengan email dan sandi yang sudah dibuat.
  5. Pilih ‘Pengajuan Permohonan’.
  6. Pilih jenis permohonan: Paspor Reguler (selesai 4 hari kerja) atau Paspor Percepatan (selesai di hari yang sama).
  7. Pilih usia pemohon: Dewasa (17 tahun ke atas) atau anak-anak (17 tahun ke bawah).
  8. Pilih lokasi domisili dan lokasi kantor imigrasi terdekat.
  9. Pilih jenis paspor: Paspor Biasa atau Paspor Elektronik.
  10. Ambil foto KTP atau upload dari galeri.
  11. Isi data verifikasi NIK, pilih lanjut.
  12. Pilih dengan jujur: apakah Anda sudah punya paspor atau belum.
  13. Jika pernah punya paspor, pilih alasan mengajukan paspor baru.
  14. Masukan nomor paspor lama, dan pilih lanjut.
  15. Pilih tujuan pembuatan paspor dan masukkan negara tujuan jika sudah menentukan.
  16. Isi lokasi tempat tinggal selama di negara tujuan.
  17. Isi data keluarga atau kerabat yang dapat dihubungi.
  18. Unggah berkas persyaratan.
  19. Isi data diri dan orang tua.
  20. Jika ada pemohon lain, klik ‘Tambah Pemohon’ dan isi datanya. Jika sudah cukup, klik lanjutkan.
  21. Pilih tanggal dan jam kedatangan ke kantor imigrasi.
  22. Ketika pengajuan permohonan berhasil, Anda akan mendapatkan kode billing.
  23. Segera lakukan pembayaran karena waktu dibatasi 2 jam. Jika kode billing belum muncul dalam 15 menit, coba muat ulang aplikasi.
  24. Setelah pembayaran sukses, Anda akan menerima kode antrian.
  25. Cetaklah PDF kode antrian yang ada di aplikasi atau di email. Atau Anda bisa screenshot tampilan halaman yang berisi kode layanan dan jadwal kedatangan.
  26. Silakan datang sesuai jadwal. Jika tidak datang, biaya pembuatan paspor tidak dapat dikembalikan dan masuk ke kas negara.

Biaya Membuat Paspor

Selain menyiapkan syarat dan melakukan prosedur pembuatan paspor yang sudah disebutkan sebelumnya, Anda juga harus menyiapkan uang sebagai biaya pembuatan paspor. Berikut ini biayanya:

  • Paspor biasa nonelektronik isi 48 halaman: Rp 350.000
  • Paspor biasa elektronik isi 48 halaman: Rp 650.000
  • Layanan percepatan paspor (selesai di hari yang sama): Rp 1.000.000

Catatan: Biaya layanan percepatan di luar penerbitan paspor.

Itulah tadi telah kita ketahui cara membuat paspor dengan menggunakan aplikasi M-Paspor, lengkap dengan syarat, biaya, dan cara membuat paspor.

Simak Video “Tips Alokasikan Duit THR Biar Nggak Boncos Seusai Lebaran
[Gambas:Video 20detik]

(bai/inf)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *