Jakarta

Bekasi sebagai kota penyangga Jakarta tak pernah kehabisan stok kuliner, hampir semua jenis masakan bisa ditemukan di Bekasi. Bisnis usaha sate Padang menjadi salah satu pilihan bagi para perantau asal kota minang untuk beradu nasib.

Berbekal hobi dan keberuntungan, bambang (25) datang dari Pariaman Sumatera barat ini sukses menemukan cita rasa sate Padang terbukti dari stok yang dia bawa setiap harinya mulai dari 800-1000 tusuk sate nyaris ludes dalam satu malam.

Pria yang sebelumnya mencoba peruntungan di Cibinong Kabupaten Bogor ini justru terdampar di Bekasi dengan gerobak bertuliskan Sate Padang Denai Bambang menceritakan kisah perjalanannya dengan detik finance di Jalan Anoa Raya, Mustika Jaya, Bekasi, Rabu (27/3/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua tahun berjualan sate di Kawasan ini membuat Bambang semakin percaya diri akan meraup omset besar, sebab saat di Cibinong ia harus mengeluarkan modal lebih karena harga daging yang lebih mahal dengan selisih hingga Rp 15.000.

Bambang mengaku memiliki hobi masak dan memang kemampuannya di bidang meracik sate Padang sehingga ia meneruskan bakatnya sampai akhirnya menemukan cita rasa yang pas di lidah warga sekitar.

“Ya kalau saya mah asli dari Padang, memang kemampuannya cuma itu dimasak, emang hobi juga suka masak. Kalau (rasa) itu sebenernya realistis aja, bisa karena belajar dan memang sudah bakat,” cerita Bambang sambil melayani pembeli.

Bukan tanpa rintangan, masakan Bambang juga pernah dikomplain karena keasinan atau terlalu pedas. Hal itu membuatnya semakin terpacu untuk mencari rasa terbaiknya sehingga masukan dari pelanggan dianggap sebagai pecutan agar lebih baik. Dan dalam tempo satu tahun dirinya sudah lebih matang dan lebih pede untuk membawa stok hingga seribu tusuk dalam satu malam.

Anak keenam dari delapan bersaudara ini lahir dari keluarga yang sama-sama fokus di bidang usaha sate Padang, kakak-kakaknya pun merantau dari Pariaman ke kota besar seperti Medan, Palembang, dan dirinya di Bekasi. Semua bergerak di usaha sate Padang.

“Kalau saya delapan bersaudara, saya anak ke enam hampir semua bergerak di bidang sate Padang. Kita merantaunya ga deket satu di Palembang, di Medan mencar gitu kan kalau di Bekasi kebetulan cuma saya,” Lanjut Bambang.

Banyak berkenalan dengan para pedagang turut membawanya hingga ke Bekasi, Bambang mengaku kini usaha sate Padangnya cukup digemari warga hingga dalam semalam ia mampu membawa 800 hingga 1000 tusuk sate Padang. Saat bicara omset bambang hanya memberi perhitungan singkat.

“Biasanya membawa 1.000 tusuk dikali porsinya berarti 100 porsi Rp 18.000 dikali 100 dapat Rp 1.8 juta semalam,” ujar Bambang sambil berhitung.

Saat ditanya terkait perbedaan sate Padang miliknya dengan yang lain, menurutnya semua merk sate Padang sama saja, yang membedakan hanya tangan dari yang membuatnya. Masukan dari para pelanggan ia terima dengan baik dan tetap berusaha ramah terhadap pelanggan.

Ia juga membicarakan perihal daging yang digunakannya seperti jantung sapi bukan lidah selain karena harganya yang mahal hasil risetnya menunjukkan pelanggan di wilayahnya lebih suka dengan isian jantung sapi. Tekstur yang lembut dan tanpa serat menjadi kunci.

Berjualan di pinggir jalan selain menguntungkan juga membawa cerita sendiri seperti harus siap berhadapan dengan preman hingga kebanjiran. Bambang mengaku gerobaknya pernah hanyut terbawa arus hingga harus membuat gerobak baru yang menghabiskan dana Rp 5-6 juta.

Tak mau ketinggalan zaman, gerobak baru Sate Padang Denai ini juga telah dilengkapi dengan QRIS BRI yang ditempelnya persis di depan gerobak, hal ini cukup memancing pelanggan yang tidak membawa uang cash, Bambang juga mengaku tak perlu ribet menyiapkan kembalian saat pengunjung tengah ramai.

“Keuntungan utamanya sih nggak repot nyiapin kembalian, nggak ribet jadinya kalau lagi ramai tinggal scan kelar. 40 persen pengunjung lah sudah pakai (pembayaran) QRIS ini,” tutup Bambang.

QRIS merupakan pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia (BI) agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Metode yang praktis inilah yang membuat banyak masyarakat menggunakan QRIS.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus berkomitmen memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Tanah Air. Sebagaimana diketahui, UMKM memiliki kontribusi Produk Domestik Bruto sebesar 61%.

(hns/hns)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *