Jakarta

Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR selaku Pembina bangunan gedung mulai melakukan pemeriksaan keandalan 47 tower Rumah

Susun sebagai hunian untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota Hankam (BIN, Polri, dan Paspampres) di lbu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Pemeriksaan dilakukan pada 25-26 Maret 2024, dalam rangka penjaminan mutu (Quality Assurance/QA) terhadap bangunan Rusun yang rencananya akan mulai dipergunakan pada Juli 2024. QA dilakukan atas permohonan Dirjen Perumahan Kementerian PUPR pada tahap
pekerjaan struktur atas dengan menggunakan teknologi beton pracetak dan konvensional.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Bina Teknik Pemukiman dan Perumahan (BTPP) Dian Irawati mengatakan, pihaknya melalui Komite Keandalan Bangunan Gedung (KKBG) telah melakukan pembahasan untuk mendapatkan rekomendasi dan persetujuan bangunan di atas 8 lantai, di antaranya terkait peningkatan faktor
Keamanan darurat (safety factor hazard) dan penerapan struktur bangunan tahan gempa (SRMPK).

“Kami bertanggung jawab menjamin mutu dari perencanaan hingga pelaksanaan. Kami harus memastikan perencanaan sudah sesuai dengan standar teknis dan peraturan. Sedangkan pada masa pelaksanaannya harus sesuai dengan perencanaan,” ujar Dian, dikutip dari unggahan pada akun Instagram Ditjen Cipta Karya @pupr_ciptakarya, Kamis (28/3/2024).

Sementara itu, Kasubdit Keandalan Bangunan Gedung Budi Prastowo selaku Ketua Tim QC hunian IKN mengatakan, pemeriksaan QC dilakukan secara visual dengan dibantu alat non-destructive seperti Hammer Test dan Ultrasonic Pulse Velocity (UPV). Evaluasi yang dilakukan di masa pelaksanaan pembangunan hunian IKN ini meliputi pondasi bawah, pondasi atas, struktur, Mekanikal Elektrikal and Plambing (MEP), dan arsitektur.

Kasubdit Rumah Susun Wilayah Il, Ditjen Perumahan Adjie Krisbandono menambahkan, pembangunan IKN yang digadang-gadang pemerintah sebagai masterpiece harus didukung dengan hunian yang terbaik untuk ASN dan Hankam.

“Dengan dukungan quality assurance dari Direktorat BTPP, kami harapkan ASN dan Hankam mendapatkan hunian yang aman dan nyaman,” kata Adjie.

Sebagai tambahan informasi, per Maret 2024 progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) batch 1 telah tembus 77%. Sejumlah proyek mulai dari proyek pemerintah hingga investor swasta ditargetkan rampung pada Agustus 2024. Artinya, gedung-gedung tersebut akan masuk ke ranah pengelolaan OIKN.

Ketua Satgas (Kasatgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Sumadilaga memaparkan, di jajaran gedung pemerintahan, pertama ialah Istana Presiden dan Lapangan Upacara yang nantinya akan menjadi lokasi seremonial Upacara 17 Agustus 2024.

“Istana Presiden dan Lapangan Upacara dengan progres konstruksi saat ini sudah hampir 60% dan target pada bulan Juni 2024, bangunan istana, lapangan upacara, serta podium akan berfungsi 100%. Dan Insyaallah dapat digunakan untuk mendukung kegiatan Upacara Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus yang direncanakan menampung 8.700 orang,” kata Danis, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Otorita IKN, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2024).

Berikutnya di jajaran hunian, ada rumah tapak jabatan menteri (RTJM) yang mana saat ini progresnya mencapai 84% dan pada bulan Juni ditargetkan rampung total, lengkap dengan meubleur. Selanjutnya juga ada Rumah Susun ASN dan Hankam, saat ini progres secara rata-rata mencapai 40%.

Secara keseluruhan, rusun ASN dan Hankam berjumlah 47 tower. Kementerian PUPR menargetkan 12 tower di antaranya akan rampung pada Juli 2024 ini dan siap menyambut ASN yang pindah ke IKN. Meski progresnya masih cukup jauh, Danis optimistis pihaknya mampu menyelesaikan 12 tower itu tepat waktu.

(shc/rrd)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *